fbpx

Nasi Jinggo Bali

Sebelum menikmatinya, ada baiknya kita simak dari Wikipedia, apa itu nasi jinggo?

Sejarah nasi jinggo dimulai semenjak thun 1980an. Menurut para penjual, nasi jinggo pertama kali dijual di Jalan Gajah Mada, Denpasar. Di tempat tersebut terdapat Pasar Kumbasari yang beraktifitas selama 24 jam. Banyak orang di pasar yang begadang dan perlu makanan pengganjal perut di malam hari. Penjual nasi jinggo pertama kali adalah sepasang suami-istri yang berjualan dari sore hingga malam. Kreasi mereka sangat disukai sehingga ini banyak penjual nasi jinggo, tidak hanya di Denpasar tetapi juga kota-kota lain di Bali, bahkan hingga di luar Pulau Bali seperti di Kediri.

Tidak ada yang tahu pasti darimana asal nama nasi jinggo berasal. Salah satu versi menyebutkan bahwa jinggo berasal dari bahasa Hokkien yang berarti “seribu lima ratus”, sesuai dengan harga pasaran nasi jinggo sebelum krisis moneter di Indonesia. Versi lain menyebutkan nama jinggo berasal dari judul film “Djanggo” yang populer pada masa itu. Versi ketiga menyatakan bahwa nama Jenggo berasal dari kata “jagoan”, yaitu para pengendara motor asli Bali. Nasi jinggo ini merupakan makanan favorit para pengendara motor tersebut sehabis plesiran malam.

Lalu, apa aja isi Nasi Jinggo Bali Kedai Kayumanis yang disajikan dalam kotak? berikut isinya;

Nasi Jinggo Bali

– Nasi Putih
– Ayam Suwir Pelalah
– Telur Bumbu 1/2, Mie Goreng
– Serundeng dan Kacang tanah
– Sambal Matah khas Bali

Testimoni

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.